Tampilkan postingan dengan label informasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label informasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 April 2013

Rakernas X Siperkasa



Yth. Rekan-rekan
Anggota SIPERKASA
Assalamu’alaikum wr.wb.
Salam sejahtera bagi kita semua.
Pertama-tama kita panjatkan puji syukur kehadirat Tuhan YME karena masih diberikan kesempatan menikmati indahnya hidup ini dengan berbagi sesama.
Pada kesempatan kali ini akan kita paparkan hasil dari Rapat Kerja Nasional ke-10 (RAKERNAS X) Serikat Pekerja PT. Gapura Angkasa (SIPERKASA) yang telah dilaksanakan pada tanggal 3 s/d 5 April 2013 di Bandung yang dihadiri oleh para pengurus SIPERKASA Cabang. Mudah-mudahan hasil dari kesepakatan RAKERNAS X ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan memberikan kesejahteraan serta memotivasi kinerja kita sehingga Perusahaan yang kita cintai ini semakin maju.

RAKERNAS X dibuka oleh Bapak Edi Lesmana selaku Ketua Umum SIPERKASA dan dihadiri oleh pihak Manajemen yaitu Bpk. A. Soebagyo selaku Direktur Utama dan Bpk. Haryanto selaku Direktur Keuangan PT. Gapura Angkasa.
Disampaikan oleh Bpk. Edi Lesmana bahwa terdapat 2 (dua) SIPERKASA Cabang baru, yaitu : SP Cabang BTJ dan SP Cabang CGO-CGK (karena telah memenuhi syarat pendirian Organisasi SIPERKASA dengan minimal jumlah anggota adalah 10 orang). Kemudian, mengingat periode kepengurusan SIPERKASA Cabang-cabang kali ini banyak personil yang baru, rencana akan diadakan agenda nasional SIPERKASA yaitu “Workshop Leadership”.
Bapak. A. Soebagyo menyampaikan apresiasi kepada seluruh karyawan PT. Gapura Angkasa karena telah berhasil mencapai target yang ditetapkan dalam RKAP 2012, maka pihak manajemen mengusulkan ke Pemegang Saham untuk diberikan bonus/insentif kepada seluruh karyawan. Semula bonud/insentif dianggarkan sebesar 175% namun mengingat telah melampaui target akhirnya disetujui untuk diberikan bonus/insentif sebesar 200% gaji pokok.
Masih disampaikan oleh Bpk. A. Soebagyo Gapura Angkasa saat ini dikenal baik tidak hanya di tingkat nasional namun juga internasional. Hal ini dibuktikan dari prestasi yang diraih melalui SNI Award secara berturut-turut dan mempertahankan perolehan serifikat ISAGO. Selain itu, rencana akan ada iklan dengan Rhenald Kasali. Untuk itu, diperlukan dukungan dari seluruh karyawan untuk menjaga nama baik Gapura Angkasa.
Mengamati accident/incident yang terjadi di Cabang akhir-akhir ini, setelah dianalisa inti dari penyebab permasalahan adalah karena kekurangan SDM khususnya Supervisor. Untuk menanggulanginya maka dilakukan review kembali proses standarisasi recruitment yang baik dan digalakkan kembali Tiada Hari Tanpa Training (THTT).
Target RKAP 2013 pendapatan adalah sebesar 1 trilyun dan laba bersih sebesar 50 milyar. Hal penting (strategic) apabila tahun 2013 Gapura Angkasa bisa mencapai target maka tahun ke depannya akan lebih mudah dalam menjalankan bisnis dan akan lebih baik dari sebelumnya.
Imbas dari PT. (persero) Angkasa Pura I & II kehilangan pendapatan sebesar 60% (ATC dikelola oleh BUMN baru) seluruh karyawan Gapura Angkasa agar memahami secara obyektif dan pemikiran yang positif karena keadaan AP I & II yang harus mencari pengganti 60% (lost revenue) dan kondisi bisnis yang saat ini saling berbenturan dengan pemegang saham. Pada saat RUPS juga kita disarankan agar mencari peluang usaha lainnya (related core business). Untuk itu, setiap individu Gapura Angkasa agar menciptakan competitive advantage dimulai dari sekarang.
Berdasarkan statement akhir-akhir ini mengenai outsourcing diangkat menjadi PKWT, latar belakangnya adalah UMR di Jakarta & Tangerang hampir sama dengan PKWT, maka arahnya di-PKWT-kan namun dengan kriteria dan proses yang memenuhi syarat. Untuk itu di KP sekarang ada unit baru, yaitu Manager Pengelolaan Outsourcing SDM (SKEP No. : DZ/SKEP/138/X/2012 tentang Perubahan Fungsi/Tugas dan Struktur Organisasi Subdit Pemasaran, Subdit Pengembangan Bisnis dan Subdit Personalia – Kantor Pusat PT. Gapura Angkasa tertanggal 11 Oktober 2012).
Setelah sambutan dari pihak manajemen yang disampaikan langsung oleh Bpk. Direktur Utama (DZ), dalam acara RAKERNAS X terdapat sesi tanya jawab antara lain dari Cabang CGO-CGK yang menanyakan tentang Cargo KE & CI yang baru-baru ini berhasil dilakukan negosiasi dengan Garuda Indonesia khususnya dalam hal pembagian revenue (Perjanjian Kerjasama dalam proses finalisasi namun Berita Acara Kesepakatan kedua belah pihak telah ditandatangani). Disampaikan oleh DZ Garuda Indonesia meminta maaf kepada Gapura Angkasa karena selama ini telah mengambil hak Gapura Angkasa. Sehingga sebagai bentuk partisipasi Garuda Indonesia  kepada Gapura Angkasa  maka sharing revenue yang diberikan disepakati sebesar 25%.
Untuk menambah wawasan pada kesempatan ini SIPERKASA mengundang pihak JAMSOSTEK untuk memberikan sosialisasi khususnya mengenai program-program yang ditanggung di JAMSOSTEK.

Selengkapnya dapat dilihat pada www.jamsostek.co.id untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi contact person JAMSOSTEK untuk Gapura Angkasa di alamat email : anna@jamsostek-gatsu1.co.id atau nomor HP. 08128119763.

 
Selain itu, untuk memberikan sosialisasi mengenai dana pensiun khususnya untuk karyawan/ti ex-Garuda Indonesia SIPERKASA mengundang pihak Dana Pensiun Garuda Indonesia (DPGA) untuk memberikan sosialisasi secara langsung mengenai kejelasan dana pensiun yang selama ini belum ter-update.


Saldo perkembangan DPGA dapat dilihat pada slip gaji khususnya karyawan/ti ex-Garuda Indonesia. Berbeda dengan Garuda Indonesia  untuk simulasi dana pensiun, laporan keuangan dan portofolionya karyawan/ti di sana bisa mengakses melalui intra garuda halaman HC online. Sedangkan, menurut pihak DPGA mengingat Gapura Angkasa belum memberikan respon kemitraan yang sudah ditawarkan selama ini maka peserta belum bisa melihat saldo pensiunnya secara online.
Untuk informasi DPGA dapat dilihat di  www.dpga-online.com atau menghubungi contact person DPGA untuk Gapura Angkasa (Bpk. Kastijan) No. telp : 021 3141459, 3919746, 3919747  dengan alamat Jln. Johar No. 4 Menteng Jakpus. 
 
Pada agenda terakhir hari pertama acara RAKERNAS X hadir pula dari pihak manajemen yaitu Bpk. Sukirman selaku VP Personalia.

Beberapa hal yang disampaikan antara lain :  Sistem Manajemen Kinerja (SMK) periode terakhir terlambat dikirimkan dari masing-masing unit ke Personalia. Selain itu, Pemegang saham wajib menginginkan adanya pengukuran kepuasan karyawan secara berkala.
Terdapat anggaran untuk PKWT pada RKAP tahun 2013 sebanyak 330 orang  (diprioritaskan pegawai Outsourcing), seluruh pegawai outsourcing di Cabang diberikan kesempatan selama penilaian kinerja baik dan lulus test sesuai dengan kompetensi yang diharapkan perusahaan (based on budget). Pengangkatan pegawai tetap dianggarkan sebanyak 30 orang, melalui Management Trainee =  22 orang dan selama penilaian kinerja baik dan lulus test sesuai dengan kompetensi yang diharapkan perusahaan (based on budget).
Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) PKWT preminya selama ini sama dengan Pensiunan. Untuk manfaat berupa kacamata (lensa+bingkai), Prothesa gigi, Prothesa Anggota Gerak, Alat Bantu dengar, Implant (IOL, pen, Screw) dan Ambulan saat ini hanya diberikan kepada karyawan saja. Sedangkan sebelumnya khususnya kacamata mendapatkan  penggantian. Berdasarkan hal tersebut akan dipertimbangkan dalam review kinerja Inhealth dalam setahun ini.
Pada hari kedua merupakan acara inti yaitu sidang RAKERNAS X yang dipimpin oleh Ketua 
Umum SIPERKASA didampingi oleh Bpk Haris Safari selaku Sekjen SIPERKASA yang sebelumnya memberikan sosialisasi Perjanjian Kerja Bersama (PKB).
Hasil kesepakatan RAKERNAS X SIPERKASA selengkapnya dapat dilihat sebagaimana terlampir.
Pada hari ketiga merupakan acara penutupan yang dihadiri oleh Bpk. Tharian selaku Direktur Komersial dan Bpk. Heru Legowo selaku Direktur Operasi PT. Gapura Angkasa sekaligus menutup acara. 




Akhir kata “Dengan Semangat RAKERNAS X, Kita Tingkatkan Kinerja Melalui Konsolidasi Organisasi, Budaya Kerja dan Efisiensi”.


Minggu, 18 November 2012

Fasilitas Kesehatan

Salam Seperjuangan Teman-teman

Setelah sekian tahun kita dilayani oleh Garuda Sentra Medika (GSM) untuk fasilitas kesehatan, maka di tahun 2013 nanti tepat nya per 1 januari 2013 perusahaan kita akan mengganti provider kesehatan dengan PT. Asuransi Jiwa InHealth Indonesia. Adapun alasan Gapura  Angkasa mengganti provider  GSM dikarenakan GSM sudah tidak lagi berperan sebagai Manage Care, tapi sudah sepenuh nya menjadi health care. Sebenarnya bisa saja GSM tetap sebagai provider kesehatan kita, tapi sistem pembayarannya yang sangat memberatkan perusahaan karena tidak dapat diprediksi biayanya dan biaya kesehatan akan sangat besar dalam satu periode. Apapun alasan manajemen mengganti provider kesehatan tidak usah kita pikirkan, yang penting provider yang baru harus lebih baik atau setidak2 nya SLA sama dengan yang lama.


Teman - teman pada tanggal 3 Desember 2012 ini akan diadakan sosialisasi oleh provider kita yang baru, tolong teman-teman dapat hadir dan sudah  mempersiapkan pertanyaan-pertanyaan terkait dengan SLA antara InHealth dan Gapura.

Inhealth telah memberikan formulir yang harus kita isi, formulir ini berguna  untuk mendata istri/suami dan nama anak-anak kita. dalam form tersebut juga kita harus memilih dokter pribadi atau klinik di sekitar daerah rumah tempat tinggal kita. Diharapkan awal desember formulir sudah dapat terkumpul, sehingga awal januari kita sudah mendapatkan Kartu Berobat Inhealth.

Sebagai referensi teman - teman dapat mengunjungi situs Inhealth ke alamat sbb : http://m.inhealth.co.id disana dapat dilihat daftar dokter pribadi/klinik, Rumah Sakit, Apotik, dr spesialis dan lain lain yang bekerja sama dengan inhealth.

Saya yakin dan kita semua pun tau setiap ada perubahan apalagi dimasa transisi pasti akan terjadi konflik, tapi mari kita perkecil kemungkinan terjandinya konflik ini. Semoga saja jaminan kesehatan kita lebih baik dibanding yang lama

Salam Seperjuangan
Hormat Kami,
SP KMO-HLP


Kamis, 01 Desember 2011

BUDAYA PERUSAHAAN

Sebagaimana teman-teman ketahui bahwa belakangan ini perusahaan kita sedang giat-giatnya membentuk atau mencanangkan Budaya Perusahaan yang akan diterapkan dalam lingkungan perusahaan kita. Kami Pengurus SP KMO-HLP mencoba memberikan sedikit pencerahan apa, bagaimana dan apa pentingnya serta proses penentuan Budaya Perusahaan bagi perusahaan tercinta kita.
Agar setiap insan PT. Gapura Angkasa memiliki pedoman dan pegangan yang sama dalam bertindak & berperilaku, selain dibutuhkan pedoman tata kelola perusahaan (Code of Corporate Governance), juga diperlukan pedoman perilaku perusahaan (Code of Conduct) yang berlaku secara umum dan harus ditaati & dipatuhi.
Pedoman perilaku tersebut dimaksudkan sebagai panduan bagi setiap insan PT.Gapura Angkasa yang diharapkan dapat memberikan kejelasan tindakan yang harus dilakukan dan ditaati sesuai dengan nilai-nilai korporasi yang telah dibangun.
Sebenarnya Manajemen kita telah menetapkan nilai-nilai Budaya kerja sebagai pedoman berperilaku dan berpikir serta bersikap dan bertindak, yang tediri dari :

-          safety & Security
-          Customer Focus
-          Do with Integrity
-          High Productivity
-          Leading by Inovation

Meskipun ke lima nilai-nilai Budaya Kerja tersebut telah ditetapkan berlaku secara umum, namun implementasinya belum dapat berjalan karena kurang sesuai dengan tuntutan bisnis PT.Gapura Angkasa.
Kondisi seperti itu yang menyebabkan manajemen memandang perlu untuk segera melakukan pendalaman dan perumusan kembali terhadap nilai-nilai inti yang telah dimiliki, disamping melakukan pendalaman dan kajian tentang kemungkinan diperlukannya nilai-nilai inti yang baru, sesuai dengan tuntutan perkembangan dan perubahan yang terjadi

Adapun yang melatar belakang  pencanangan Budaya Kerja Perusahaan yang baru adalah :
•    RJPP (Rencana Jangka Panjang Perusahaan)  telah menetapkan visi dan misi perusahaan yang baru sehingga perlu didukung dengan implementasi serta internalisasi budaya kerja yang tepat.
• Kebutuhan akan transformasi paradigma lama menuju paradigma baru terutama yang berkaitan dengan aspek budaya kerja.


Setelah melakukan Riset Pendalaman Nilai Inti dan Perilaku Kunci dari Nilai-Nilai yang telah ditetapkan,  dengan melalui proses yang terdiri dari :
A.    FGD (Focus Group Discussion) Pendalaman nilai Budaya Kerja
Dalam tahap ini disusun kelompok Focus Group Discussion yang terdiri dari 6 responden dan maksimal 10 dalam tiap group, kelompok FGD ini berasal dari kelompok level management yang sama, yang dinilai mewakili pegawai di level top management, midle management & fungsional, dalam hal ini FGD diwakili dari Cab. CGK, CGO, Cab HLP dan KP.  Adapun maksud FGD ini adalah untuk pengumpulan data, guna menjaring pendapat dan usulan dari seluruh responden para peserta FGD berkaitan dengan nilai-nilai Budaya kerja PT.Gapura Angkasa.
B.    Perumusan nilai Budaya Kerja
Hasil dari tahap pertama yang berupa usulan nilai-nilai Budaya kerja PT.Gapura Angkasa dari setiap kelompok pegawai/management dibawa kedalam forum diskusi tim counterpart, dan selanjutnya melakukan diskusi untuk membandingkan pendapat-pendapat yang ada dengan melihat berbagai alternatif dan tingkat kepentingan serta tantangan dimasa yang akan datang. Dari kegiatan tahap kedua ini diperoleh konfigurasi 5 Nilai Budaya Kerja  yang dianggap relevan bagi kondisi perusahaan kita. Tiga diantaranya masih sama dengan nilai sebelumnya, sementara dua lainnya merupakan nilai yang baru.
Adapun usulan Nilai Budaya Kerja yang di syahkan penetapan oleh Direksi  adalah:

UTAMAKAN KESELAMATAN DAN KEAMANAN
FOKUS PADA PELANGGAN
INTEGRITAAS
PEDULI PADA SDM
KINERJA OPTIMAL

Nilai-Nilai Budaya ini tidak ada prioritas paling utama, semua menjadi prioritas yang harus dipatuhi dalam bersikap dan bertingkah laku oleh management ataupun karyawan.

Untuk mempermudah dalam pemahaman ke 5 Budaya Kerja tersebut, maka setiap budaya kerja dibuat definisi Operasional

Utamakan Keselamatan dan Keamanan
Definisi Operasional : menyadari & memahami bahwa bekerja didalam industri penerbangan sarat dengan peraturan/regulasi, standard keselamatan dan keamanan yang tinggi (highly regulated industry) sehingga didalam memberikan pelayanan terhadap pelanggan kami mengedepankan faktor keselamatan dan keamanan dengan tetap memperhatikan etika dan kepentingan ekonomi perusahaan.

Fokus pada Pelanggan
Definisi Operasional : mengutamakan kepentingan pelanggan yang akan menikmati setiap upaya kerja yang dihasilkan dengan dilandasi sikap saling menghargai delam hubungan sebagai mitra bisnis.

Integritas
Definisi Operasional : Senantiasa berpedoman kepada Ketuhanan yang Maha Esa dengan menerapkan nilai-nilai kejujuran, disiplin, kehrmatan, tanggung jawab, keteladanan, menyatukan pikiran, kata dan perbuatan, berani mengambil resiko selaku profesional dengan mengikuti kode etik dan norma-norma yang berlaku dalam menjalankan  organisasi sehingga tercapai tata kelola perusahaan yang baik dan benar.

Peduli pada SDM
Definisi Operasional : Menghargai SDM sebagai modal manusia (Human Capital) perusahaan dengan membangun SDM yang berkualitaas, kesejahteraan dan bermartabat.

Kinerja Optimal
Definisi Operasional : Bekerja secara profesional dengan mengutamakan efektifitas dan efisiensi dalam kesatuan tim kerja perusahaan yang solid dan senantiasa melakukan perbaikan secara berkelanjutan.

Dan program selanjutnya yang akan dilakukan agar Budaya Kerja ini dapat terimplemetasi dengan baik adalah :
  • Persiapan Implementasi Nilai-nilai Budaya  Perusahaan Melalui Pembentukan Change Agents oleh Konsultan & Tim Counterpart.
  • Membentuk dan Menyiapkan Pembina Utama dan Mitra Pengubah.
  • Pembuatan Reminder Tools.
  • Internalisasi dan Penguatan Nilai-nilai Inti Budaya Kerja Kepada Sel-sel Pengubah.
  • Sosialisasi Nilai-nilai Inti Budaya Kerja Kepada Seluruh Pegawai Gapura Angkasa
Nilai-nilai Budaya Kerja yang telah ditetapkan, sesungguhnya merupakan cerminan atas konsepsi nilai, keyakinan & juga pedoman perilaku nilai yang telah diidentifikasi, ditunjukan dan diusulkan oleh seluruh jajaran organisasi.
Rumusan Nilai-Nilai Budaya Kerja dalam kalimat pendek dan sederhana dalam Bahasa Indonesia diyakini dan diharapakan sangat membantu memudahkan pemahaman dan implementasinya oleh  semua karyawan.

Marilah kita junjung tinggi Nilai-Nilai Budaya Kerja yang telah dicanangkan oleh perusahaan kita, agar perusahaan yang kita cintai mempunyai martabat dimata Pelanggan / calon pelanggan dan perusahaan sejenis lainnya.



--BRAVO GAPURA ANGKASA--

Salam Seperjuangan
SP KMO-HLP

Nara Sumber : Oki Krisnasari


Senin, 28 November 2011

Cara Meningkatkan Kualitas Diri


Salah satu kunci sukses berkarier adalah jangan pernah membiarkan diri stagnan. Anda harus punya motivasi dan keyakinan dan untuk maju. Namun, tak cuma motivasi Anda juga harus punya skill untuk memadai. Ini tak hanya didiamkan begitu saja, Anda harus mengatur dan meningkatkan kemampuan Anda secara efektif. Upgrade kemampuan atau skill akan membuka kesempatan lebih besar untuk meraih posisi puncak, juga akan menjaga Anda terdepak akibat persaingan di kantor. Intinya, jangan cepat puas dan carilah cara untuk meningkatkan kualitas profesionalisme. Tak ada yang akan menikmati hasilnya selain diri sendiri. Paling baik, tentu saja, instrospeksi dan koreksi diri: mungkin semua karena kekurangan kita, yang tidak mampu mengembangkan (potensi dan kompetensi) diri sesuai tuntutan perusahaan. Sebab, kalau dipikir-pikir, pastilah tidak ada perusahaan yang berniat menghambat karier karyawannya.
Namun, di sisi lain, tak ada juga seorang karyawan atau profesional yang mau "dituduh" tidak maksimal, atau kinerjanya tidak bagus. Semua orang pasti merasa bahwa dirinya telah bekerja dengan baik dan melakukan yang terbaik untuk perusahaan.
Terlepas dari siapa yang salah siapa yang benar –kalau mau saling menyalahkan tak akan ada habisnya– sebenarnya sudah "nggak zaman" bagi seorang profesional untuk mengharapkan pihak lain atau perusahaan bertanggung jawab atas pengembangan dirinya.
berikut adalah beberapa trik untuk upgrade skill Anda:

1. Nilailah diri sendiri
Sebelum melangkah lebih jauh, ada baiknya Anda mengawalinya dengan menilai kinerja diri. Penilaian harus obyektif dan realistis. Jika Anda merasa kinerja Anda belum maksimal, nilailah seperti itu. Ambillah kertas, kemudian tuliskan poin-poin tugas apa saja yang Anda hadapi di kantor. Lalu, tanyakan pada diri Anda, seberapa jauh mampu menangani poin-poin tersebut.


2. Terus belajar
Pahamilah bahwa karier profesional merupakan sebuah proses di mana Anda memiliki kesempatan untuk mengikutinya terus menerus. Jadi, gunakan kesempatan ini untuk menguasai kemampuan profesional. Kerjakan semua tugas dengan sebaik-baiknya, ikuti aturannya, cari tahu kelebihan dan kelemahan proses yang Anda ikuti, dan seterusnya. Dengan demikian, Anda akan mampu menjalankan semua tugas Anda dengan baik, saat ini dan di masa datang.


3. Be responsible
Meskipun berada dalam naungan sebuah perusahaan, Anda yang akan menentukan karier. Jadi, bertanggungjawablah dan pastikan bahwa Anda mengambil semua peluang untuk meningkatkan skill profesional Anda. Memperoleh tawaran untuk mengikuti training, seminar, atau keanggotaan sebuah asosiasi profesional? Tak perlu ragu untuk ikut dan bergabung karena skill pun akan semakin jaya.


4. Jaga kinerja
Selain bertanggungjawab, Anda juga harus menerapkan standar pribadi di dalam mengerjakan tugas profesional Anda. Standar inilah yang akan menentukan kualitas kerja. Di sisi lain, kinerja inilah yang akan menjadi dasar kenaikan jabatan atau promosi. Jadi, jangan segan bertanya kepada atasan. Jika memang merasa perlu, mintalah job atau tugas baru yang menurut Anda menantang. Namun, jangan asal meminta penugasan. Ukur kemampuan dan yakin bahwa Anda memang mampu menerima tugas.


5. Jaga hubungan kerja
Meski tampaknya tak terkait langsung dengan skill, menjaga hubungan kerja dengan semua level merupakan salah satu strategi penting untuk mengembangkan kemampuan. Berusahalah agar mampu bekerja dalam tim secara efektif. Gunakan semua contoh dan teori profesional yang Anda punya untuk meningkatkan kinerja. Jika memungkinkan, jadikan diri Anda sebagai salah satu contoh bagi rekan kerja.

 
6. Ciptakan jaringan

Sisihkan dulu urusan kantor. Kini, saatnya untuk bersosialisasi dan menciptakan jaringan di luar kantor. Anda bisa bergabung dengan komunitas profesional di luar posisi karier, namun tetapi bisa meningkatkan kualitas kinerja Anda. Contohnya, jika Anda seorang akuntan, tak ada salahnya bergabung dengan komunitas bursa. Yakinlah, ilmu dan jaringan yang Anda peroleh dan bina di komunitas itu akan sangat membantu karier di kemudian hari.


7. Carilah mentor
Cara terbaik menguasai sebuah bidang adalah belajar dari ahlinya. Jadi, jangan ragu untuk mencari mentor atau guru. Tentu, bukan dalam arti harfiah. Anda bisa, kok, misalnya “berguru” kepada penulis favorit Anda melalui buku-buku karyanya. Secara tak langsung, Anda akan menguasai ilmu Sang Ahli tersebut dan kemudian Anda terapkan dalam tugas sehari-hari. Tapi, bisa juga Anda langsung meminta petunjuk dari ahli yang Anda kenal. Yang penting, Anda yakin bahwa “guru” Anda ini memang ahli dan sudah memiliki pengalaman di bidangnya.

Kalau perlu, carilah mentor sebanyak-banyaknya. Semakin banyak mentor, semakin banyak ilmu yang bisa diserap, sehingga ketika dihadapkan pada suatu persoalan kerja, Anda memiliki banyak solusinya.

8. Siapkan masa depan
Selalulah bertanya, “Apa yang akan terjadi besok? Bagaimana mengatasinya?” Salah satu ciri pemenang adalah selalu selangkah di depan lebih dulu ketimbang kompetitornya. Ketika kompetitor tengah asyik bergulat dengan persoalan hari ini, Anda sudah mencari solusi untuk persoalan yang muncul esok hari. Cobalah berlatih membiasakan diri untuk berada selangkah di depan. Dijamin, Anda akan menikmati hasilnya lebih cepat dari yang Anda perkirakan.

 
9. Asah terus skill Anda

Dewasa ini banyak sekali tawaran pelatihan atau kursus singkat untuk semua bidang profesi, dari mulai pelatihan soal keuangan perusahaan, pelatihan program komputer, pelatihan leadership, dan sebagainya. Nah, seperti halnya poin ke-2 di atas, jangan ragu untuk mengikuti pelatihan-pelatihan, sekalipun tak berkait langsung dengan posisi Anda. Jangan takut untuk mengikuti tes uji kemampuan. Biasanya ketakutan dan keraguan muncul ketika Anda belum melangkah. Begitu melangkah, Anda pasti mampu mengatasi keragu-raguan tadi dengan segera. Pengayaan skill ini sudah pasti akan menjadi poin tersendiri dalam menjalani karier Anda.


Menurut direktur dan pendiri Experd Eileen Rachman, yang menulis buku "Jadi Nomor Satu: Terdepan di Era Persaingan", profesional yang berhasil adalah mereka yang meyakini bahwa tanggung jawab untuk masa depan dan pengembangan karier ada di tangan dirinya sendiri. Kuncinya adalah investasi. Yakni, investasi pada diri sendiri. Dan, itu harus dilakukan terus-menerus. Investasi pada diri sendiri setidaknya meliputi:

1.Investasi pada wawasan dan keterampilan
Jangan menampilkan diri sebagai orang yang lamban, sulit diajak kompromi, keras kepala dan merasa sudah –atau, bahkan paling– mumpuni. Melainkan, tampilkan diri sebagai orang yang terbuka, mau belajar dan bisa menyerap setiap isu dengan cepat.
Bangun kebiasaan membaca dan optimalkan penggunaan internet untuk mencari tahu hal-hal baru. Pelajari cara-cara berkomunikasi, bernegosiasi dan berpersuasi secara langsung dari orang yang ahli yang ada di sekitar, jangan sekedar dari buku-buku panduan.
Ambil setiap kesempatan untuk belajar memimpin kelompok, mempraktikkan teknik-teknik manajerial dan menggunakan alat-alat manajemen –perencanaan, laporan, kontrol– dengan disiplin ketat sehingga cara kerja manajerial menjadi kebiasaan baru. 

2. Investasi pada portfolio sosial
Bayangkan Anda punya ratusan relasi, yang bukan hanya dari kalangan yang selevel dengan Anda, tapi juga dari kalangan manajemen top. Segala gerak Anda akan dipermudah karenanya. Ingat, portfolio sosial Anda bukan hanya terdiri dari orang-orang yang Anda kenal, kerabat dekat sendiri, tapi juga orang-orang yang kenal dan mengingat Anda. 

3. Investasi pada perangkat kerja
Contoh yang bagus untuk bagian ini adalah seorang wartawan yang kesulitan mewawancarai narasumber karena alat perekam yang dibawanya ternyata low batt  Ibaratnya, kalau mengelola baterai satu alat perekam saja tidak bisa, bagaimana mengelola hal-hal lain yang lebih kompleks. Ponsel, laptop…merupakan perangkat kerja kaum profesional zaman sekarang –mengoptimalkan fungsi-fungsinya merupakan suatu keharusan. 

4. Investasi pada kebugaran diri
Sediakan waktu yang cukup untuk berolahraga, menjaga asupan makanan, menjalani pola hidup sehat. Luangkan waktu untuk berkontemplasi, merenung dan menjalankan ibadah sehingga badan bugar dan jiwa bagaikan baterai yang habis di charge
Berhentilah mengeluh dan menyalahkan keadaan, dan mulailah berinvestasi pada diri sendiri sehingga orang lain pun tidak ragu untuk berinvestasi pada diri Anda. 

SUKSES ADALAH HAK SEMUA ORANG, TINGGAL MAU APA TIDAK KITA BERUSAHA MERAIHNYA

Sumber :
- http://beritaaneh.com/2010/12/10-cara-meningkatkan-kualitas-diri/
- http://www.portalhr.com/tips/meningkatkan-kinerja-dengan-berinvestasi-pada-diri-sendiri/

Pages

Cari Blog Ini